AKBP Agung Tribawanto Gerakkan 1.000 Pohon di Pasaman Barat Sejak Januari 2026
- account_circle Irfansyah P
- calendar_month Jumat, 26 Jun 2026
- print Cetak

Polres Pasaman Barat Tanam Pohon di Bekas Tambang Galian C, Hijaukan Sumbar Kembali
PASAMAN BARAT — Kalau biasanya polisi identik dengan borgol dan tilang, kali ini Polres Pasaman Barat (Pasbar) tampil beda datang ke lokasi bekas tambang bukan membawa surat penangkapan, melainkan membawa bibit pohon. Durian, alpukat, lengkeng, petai, jengkol sungguh daftar yang lebih menggiurkan dari menu restoran Padang manapun.
Polres Pasaman Barat menggelar kegiatan penanaman pohon di kawasan aliran Sungai Batang Toman, tepatnya di Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, pada Rabu (24/6/2026). Lokasi ini bukan dipilih sembarangan, ini adalah kawasan bekas aktivitas tambang galian C yang perlu segera dipulihkan sebelum sungainya benar-benar kehilangan identitasnya sebagai sungai.
Zoom dari Sawahlunto, Semangat Menyebar ke Seluruh Sumbar
Kegiatan Gerakan Penghijauan Sejuk Asri ini dibuka secara virtual melalui zoom meeting bersama Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, yang hadir dari Kota Sawahlunto. Tema yang diusung pun tegas dan penuh harapan: “Hijaukan Sumbar Kembali” seolah menegaskan bahwa Sumbar pernah sangat hijau dan kita semua punya tanggung jawab mengembalikannya.
Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan bahwa program penghijauan Sejuk Asri bukan sekadar agenda seremonial tanam foto selesai.
“Program ini sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan yang digagas Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, untuk mendorong terciptanya ekosistem hijau dan lingkungan yang sehat di Sumatera Barat,” ujar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta.
Lebih jauh, Kapolda mengingatkan bahwa tugas kepolisian kini melampaui sekadar penegakan hukum. Ada misi yang lebih lembut namun tak kalah penting: mempererat silaturahmi dengan masyarakat, termasuk dalam urusan merawat bumi.
“Melalui program penghijauan ini, kita dapat berkolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat agar kelestarian lingkungan tetap terjaga,” tegasnya.
1.000 Pohon Sejak Januari: Polres Pasbar Tidak Main-Main
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik, melalui Kabag Ops Kompol Fahrel Haris, mengungkapkan fakta yang cukup membanggakan yakni menjelang Hari Bhayangkara ke-80, Polres Pasbar telah menanam tidak kurang dari 1.000 pohon sejak Januari 2026. Bukan satu dua pohon untuk konten media sosial ini program serius yang dilaksanakan bertahap di berbagai wilayah.
Penanaman dilakukan secara konsisten di sejumlah titik strategis: Pantai Sasak Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Kecamatan Talamau, dan Kecamatan Luhak Nan Duo. Dari kawasan pesisir pantai hingga daerah rawan bencana, Polres Pasbar hadir bukan hanya dengan rompi hitam, tapi juga dengan cangkul dan bibit pohon.
“Setelah kawasan pinggiran pantai dan daerah rawan bencana, hari ini penanaman pohon dilakukan di kawasan aliran sungai Batang Toman Kecamatan Pasaman,” jelas Kompol Fahrel Haris.
Reklamasi Bekas Tambang: Durian dan Jengkol untuk Masa Depan
Salah satu fokus utama kegiatan ini adalah reklamasi bekas tambang galian C Pasaman Barat di sepanjang aliran sungai. Aktivitas pengambilan material pasir dan sirtu oleh masyarakat memang telah meninggalkan luka pada ekosistem sungai dan kini saatnya luka itu diobati dengan cara paling alami: menanam kembali.
Untuk mewujudkan penghijauan bekas tambang galian C Pasbar ini, Polres Pasaman Barat menggandeng Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat serta elemen masyarakat dalam pengadaan bibit. Hasilnya, berbagai jenis pohon ditanam mulai dari pohon penghijauan hingga pohon buah-buahan seperti durian, alpukat, lengkeng, petai, dan jengkol.
Sinergi Polisi dan Masyarakat Jaga Aliran Sungai
Kompol Fahrel Haris mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersinergi aktif dengan kepolisian, khususnya di kawasan aliran sungai yang terdampak aktivitas tambang.
“Pihak Kepolisian dengan masyarakat akan melakukan reklamasi penghijauan di kawasan aliran sungai pasca aktivitas pengambilan material pasir dan sirtu,” pungkasnya.
Sebuah kolaborasi yang sederhana namun bermakna dalam: polisi yang biasanya mengawasi, kini bahu-membahu bersama warga untuk merawat. Karena sungai yang sehat bukan hanya soal estetika, ia adalah sumber kehidupan bagi jutaan orang yang tinggal di sekitarnya.
Dengan semangat Gerakan Penghijauan Sejuk Asri yang terus bergulir, dan dukungan penuh dari Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta hingga jajaran di lapangan, Pasaman Barat pelan tapi pasti bergerak menuju lingkungan yang lebih hijau, lebih sehat, dan lebih sejuk persis seperti namanya yakni Sejuk Asri.
- Penulis: Irfansyah P
